Selasa, 14 Juni 2011

Tulisan Pertamaku

Banyak hal yang ingin aku ceritakan. Tapi, aku tak tau harus memulainya dari mana. Bingung, bimbang, dan tak tau harus menulis apa. Nah mari kita mulai dari kehidupan sehari-hariku. Sebenarnya tak ada yang menarik. Hanya saja keinginanku untuk untuk menulis dan berbagi cerita dengan orang serta keinginan untuk mendokumentasikan setiap hal yang telah aku kerjakan dalam sebuah tulisan sangat besar.  Sehingga walaupun tulisan ini tak menimbulkan minat untuk dibaca dan tak benar menurut kaidah EYD bahasa Indonesia, aku akan tetap menulisnya dan akan terus menuliskan setiap kata demi kata yang ada dalam otakku saat ini.


Tak kenal maka tak sayang, mungkin semua orang sudah tau bahkan sudah bosan tatkala membaca maupun mendengar pepatah ini. Merujuk pepatah di atas, maka pertama-tama akan ku tuliskan riwayat hidup atau lebih kerennya biodataku. Namaku Pradita Maulia, aku adalah anak keempat dari empat bersaudara. Benar, aku adalah anak bungsu, tapi tak seperti profil anak bungsu lainnya –biasanya manja dan tak mandiri-, aku adalah anak yang cukup mandiri dan tak begitu manja karena aku yakin setiap orang di dunia ini mempunyai sisi manja walaupun diekspresikan dengan hal yang berbeda-beda. Aku adalah mahasiswa di ssalah satun perguruan tinggi negeri di Indonesia, tepatnya Institut Pertanian Bogor (IPB), departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Saat ini aku di semester dua dan sekarang sedang menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). Sebenarnya, malam ini aku akan menceritakan perihal kegalauanku tatkala menghadapi UAS ini.
Oke, mari kita mulai. Apabila kita kuliah di IPB, maka selama satu tahun kita harus mengikuti matrikulasi yang pelajarannya kurang lebih sama dengan pelajaran waktu SMA. Hanya saja ada beberapa tambahan pelajaran, seperti kalkulus, kewirausahaan, dan pengantar ilmu pertanian. Matrikulasi ini dikenal dengan istilah Tingkat Persiapan Bersama (TPB). Kelulusan pada setiap mata pelajaran TPB akan menentukan kelulusanmu saat memasuki departeme (jurusan) nanti. Nah, saat ini aku sudah di semester dua TPB dan itu artinya semester terkhir di TPB. Mata kuliah UAS yang harus aku hadapi adalah kalkulus, ekonomi umum, pendidikan agama islam, biologi, dan bahasa Indonesia. Tadi pagi aku mengikuti UAS ekonomi umum dan soal-soalnya membuatku galau. Padahal mata kuliah ekonomi umum terkenal tak begitu sulit untuk mendapatkan nilai A. Akan tetapi, soal yang tadi aku kerkajakan modelnya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Aku tak mengerti, apa karena aku yang kurang belajar atau mungkin soalnya yang cukup sulit, aku merasa kesulitan mengerjakan soal-soal tadi. Sepertinya nilai A sudah jauh dari jangkauan, akan tetapi harapan ini akan selalu ada, yaitu harapan untuk mendapatkan nilai A. Aku merasa semakin galau karena hari sebelumnya yaitu UAS bahasa Indonesia  juga membuatku pusing. Bukan karena soalnya sulit, tapi karena aku kurang teliti dalam mengerjakannya. Semoga UAS untuk pelajaran berikutnya akan lebih mudah dikerjakan dan pastinya jawabanku benar. Amiiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar